Sponsored
Sponsored
Read Kesedaran Diri dan Kekeldaian
Free Edition
Verified Content

Kesedaran Diri dan Kekeldaian

Overview
Tidak sedikit masalah-masalah yang menimpa umat manusia hari ini akibat daripada tindak-tanduk orang-orang “bodoh” di pundak kekuasaan. Kepimpinan yang bodoh, lantas sombong pula dengan kebodohannya, tidak sahaja mendatangkan bala dalam agenda pembangunan, bahkan mereka juga memacu proses pembodohan terhadap masyarakat yang dipimpin mereka.

Hal-hal seperti ini begitu berleluasa di negara-negara membangun sehinggakan Prof. Dr. Syed Hussein Alatas, pemikir besar dari alam Melayu, mengungkapnya sebagai suatu fenomena sosial, diistilahkan sebagai gejala Bebalisme dan kepimpinan Jadong (singkatan ‘jahat, bodoh dan sombong’). Gejala inilah yang akhirnya merencatkan agenda pembangunan negara sekaligus membantutkan proses pembebasan masyarakat dari belenggu-belenggu yang mengikat mereka.

Pemerhatian Prof. Dr. Syed Hussein Alatas ini sebenarnya berakar daripada tradisi panjang pemikir-pemikir masyarakat dunia yang berusaha melawan agenda pembodohan yang dipaksakan terhadap masyarakatnya. Sebelumnya, seperti yang terungkap dalam karya terjemahan ini, wujud sosok seperti Ali Shariati (1933 – 1977) yang lantang melondeh nalar-nalar gerakan pembodohan dalam masyarakat Iran.

Melalui penulisan-penulisan beliau, Shariati memperkenalkan istilah estehmār’ (kekeldaian atau pembodohan) sebagai salah satu bentuk penindasan yang bergerak seiring dengan esteţmār (eksploitasi ekonomi) dan estebdād (kekerasan politik). Ketiga-tiganya membentuk struktur cengkaman penindasan tiga penjuru; iaitu dalam ranah budaya, ekonomi, dan politik. Istilah-istilah ini diterokai dan diperdalam melalui pemerhatian tajam Shariati terhadap perilaku bangsanya, terutamanya golongan elit dan agamawan yang aktif mengawal naratif kebudayaan Iran ketika itu.

Keluasan dan ketajaman gagasan pembebasan (baca: anti-pembodohan) Ali Shariati dalam penulisan “Kesedaran Diri dan Kekeldaian” terus kekal relevan untuk dibaca dan dikunyah sampai lumat oleh generasi hari. Cetusan pemikiran beliau yang termuat dalam karya ini menyediakan perspektif yang kekal segar untuk kita tanggapi arus pembodohan kontemporari, baik melalui wahana digital atau bercetak, dan sekaligus mengangkat agenda pembebasan yang kritis dan mandiri dalam masyarakat!”

Finding high-quality digital editions shouldn't be a challenge. With instant access to our curated library, you can start your journey with Aftermath immediately. Whether on your phone, tablet, or e-reader, the story of Raleigh's life is presented in a format designed for modern readers.

To get started finding Kesedaran Diri dan Kekeldaian, you are right to find our website which has a comprehensive collection of titles listed. Our library is one of the most comprehensive resources for free digital reading materials, providing verified and safe content for book lovers worldwide.

User Avatar User Avatar User Avatar
36,114 currently reading
User Avatar User Avatar User Avatar
152,889 want to read
Sponsored
Sponsored

Book details & editions

ISBN 9672672047
Publisher Lestari Hikmah
Publication date N/A
Language MSA
Pages 77 pages
Reading Options PDF · EPUB · Mobi
Sponsored
Sponsored
About the Author
Ali Shariati

Ali Shariati

Follow
14,832 followers
Ali Shariati is known for writing in a clear, engaging, and easy-to-follow style. The work feels natural and flows smoothly, making it enjoyable from beginning to end.

Ratings & Reviews

5 ★
81.4%
4 ★
14.6%
3 ★
3%
2 ★
0.6%
1 ★
0.4%
4.76
BlueReads Choice
Sponsored

Write a Review

Community Reviews

Sort by:
Sponsored
Sponsored
Sponsored Content